trusted online slots malaysia DISTRICT 8
PREVENTION AND CONTROL OF HIV/AIDS IN THE WORKPLACE
QHSE OCTOBER BULLETIN
11 Jan 2023
SHARE ARTICLE:

PENDAHULUAN

Pada saat ini kita dihadapkan pada kondisi era revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan penggunaan teknologi digital yang kian masif. Digitalisasi industri akan berdampak pada banyak hal, berpengaruh pada hubungan industrial, relasi kerja, tata kerja seperti adanya perubahan pada jam kerja, peningkatan kebutuhan tenaga kerja yang handal dan munculnya profesi-profesi baru, serta bentuk dan pola pekerjaan baru. Dari sisi keselamatan dan kesehatan kerja (K3), perkembangan tersebut juga harus dimaknai sebagai sumber bahaya dan hazard serta risiko baru. Selain itu, kita dihadapkan dengan kondisi bonus demografi, di mana struktur umur penduduk usia kerja/usia produktif lebih besar.

Pekerja sebagai modal manusia mempunyai nilai ekonomi dan merupakan aset penting bagi kelangsungan usaha, namun disi lain juga berhadapan dengan berbagai potensi bahaya di tempat kerja yang berisiko terjadinya Kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja. Selain itu pekerja juga dihadapkan dengan situasi dan kondisi maupun pola kerja yang berpotensi dan berisiko terjadi penularan HIV, di mana HIV/AIDS merupakan salah satu permasalahan di sektor ketenagakerjaan yang berdampak pada kegiatan usaha dan mengarah pada penurunan produktivitas serta mengancam kelangsungan usaha apabila tidak dilakukan upaya pencegahan dan penanggulangan.

Diskriminasi terkait HIV terus terjadi, termasuk di tempat kerja. Sebanyak 63 persen responden di dalam survei ILO Galup 2021 di Indonesia melaporkan orang dengan HIV tidak diizinkan bekerja dengan mereka yang tidak hidup dengan HIV. Ini merupakan sebuah tantangan besar bagi Indonesia untuk mencapai Target Global 3 Zero: Zero Infeksi Baru HIV, Zero Kematian terkait AIDS dan Zero Diskriminasi and Pengakhiran AIDS pada 2030.

Oleh sebab itu pencegahan dan pengendalian HIV/ AIDS di tempat kerja merupakan langkah strategis untuk membantu pemerintah dalam mencapai target global. Kementerian Ketenagakerjaan sudah mengeluarkan kebijakan mengenai program terkait hal ini dalam Keputusan Menteri Ketenagakerjaan No. 68/2004 tentang Pencegahan dan Pengendalian HIV/AIDS Di Tempat Kerja.

Dalam upaya untuk meningkatkan cakupan implementasi Keputusan Menteri Ketenagakerjaan No. 68/2004 dan Keputusan Dirjen No. 44/2012, ILO mendukung Kementerian Ketenagakerjaan untuk menyusun layanan pelatihan secara daring bagi petugas Panitia Pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) dan dokter di perusahaan melalui kolaborasi antara Kementerian Ketenagakerjan, organisasi profesi, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), serikat pekerja, komunitas ODHIV dan LSM HIV/AIDS. Dengan pendekatan daring ini, diharapkan sektor ketenagakerjaan dapat meningkatkan capaian indicator, jumlah perusahaan yang telah memiliki kebijakan non diskriminasi melalui edukasi pencegahan di tempat kerja dan jumlah sistem rujukan HIV/AIDS yang dikembangkan di tingkat perusahaan.

PEMBAHASAN

Pengertian HIV atau kepanjangan dari human immunodeficiency virus adalah infeksi virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus ini secara spesifik menyerang sel CD4 yang menjadi bagian penting dalam perlawanan infeksi. Hilangnya sel CD4 akan melemahkan fungsi sistem imun tubuh manusia secara drastis. Akibatnya, HIV akan membuat tubuh Anda rentan mengalami berbagai penyakit infeksi dari bakteri, virus, jamur, parasit, dan patogen merugikan lainnya.Sering dikira sebagai satu kesatuan, HIV dan AIDS adalah kondisi berbeda. Meski begitu, keduanya memang saling berhubungan.

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah suatu kumpulan gejala yang muncul ketika stadium infeksi HIV sudah sangat parah. Biasanya, kondisi ini ditandai dengan munculnya penyakit kronis lain, seperti kanker dan berbagai infeksi oportunistik yang muncul seiring dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh. Sederhananya, infeksi HIV adalah kondisi yang bisa menyebabkan penyakit AIDS. Jika infeksi virus ini dalam jangka panjang tidak diobati dengan tepat, Anda akan berisiko lebih tinggi mengalami AIDS.

BACK TO ALL NEWS
SHARE ARTICLE: